Program Prakerin Diharapkan Mampu Tingkatkan Kemampuan Siswa SMK
JAKARTA - Bertempat di 10NZ Place Alam Sutera, DNA
Initiative bersama dengan PT Indo Pusat Bumi (IPB) menyelenggarakan The
Indonesia’s First Rotary Drilling Rig Operator Training Class Graduation
Ceremony.
Acara wisuda ini meluluskan 19 Siswa SMK yang sudah
menjalani program praktik kerja industri (Prakerin) di bidang
pengoperasian alat berat hasil kerja sama PT IPB dengan berbagai SMK
yang ada di Indonesia.
Direktur DNA Initiative Adrianus Yose Rino
menjelaskan kerja sama antara PT IPB dengan SMK merupakan hal yang
penting khususnya bagi dunia industri dan pendidikan di Indonesia.
"Tujuan dari adanya kerja sama antara SMK dan dunia industri ini
khususnya PT IPB adalah untuk melakukan transfer of technology sehingga
tenaga kerja yang berasal dari SMK dapat segera diserap oleh kebutuhan
industri," jelas Rino.
Para siswa SMK mengikuti selama enam bulan
dari 3 September 2018 hingga 3 Maret 2019. Prakerin ini pun tidak
selalu diisi dengan materi yang bersifat teoritis tetapi juga melakukan
praktik di lapangan untuk mengoperasikan alat berat.
"Selama
prakerin 3 bulan pertama di isi materi dasar yang bersifat teoritis dan 3
bulan akhir para peserta melakukan praktik lapangan," ungkap Rino.
Sebelum
para siswa ini diwisuda, mereka harus mengikuti ujian kompetensi yang
bertujuan untuk menilai kapabilitas mereka dalam mengoperasikan alat
berat.
"Setelah enam bulan mereka menimba ilmu dan juga mengikuti
ujian kompetensi, para siswa SMK ini sudah sangat mahir mengoperasikan
alat berat dan hasil ujian pun sangat memuaskan," papar Rino.
Pascawisuda
ini, ke-19 siswa SMK ini selanjutnya akan dipekerjakan sebagai karyawan
di PT IPB. Dengan demikian, para siswa SMK ini dapat terserap oleh
kebutuhan dunia industri.
"Melalui prokerin ini maka terdapat
mutual benefit yang diperoleh sektor industri maupun dunia pendidikan.
Sektor industri dapat memperoleh tenaga kerja berpengalaman dan memiliki
kompetensi dari SMK dan juga sesuai dengan program pemerintah yang
tercermin dalam Inpres Nomor 9/2016 mengenai revitalisasi SMK maka
serapan tenaga kerja khususnya meraka yang berasal dari SMK dapat
ditingkatkan sehingga mengurangi angka pengangguran," jelas Rino.
Pada
kesempatan yang sama Kepala Sub Direktorat Penyelarasan Kejuruan dan
Kerjasama Industri Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)
Suryadi mengapresiasi peran dari DNA Initiative dan PT IPB yang telah
berhasil mewujudkan kerjasama sektor industri dan pendidikan khusunya
SMK. Dengan demikian, siswa SMK dapat memeproleh kemampuan yang sesuai
dengan standar industri.
"Kerja sama SMK dan juga sektor industri merupakan sebuah keniscayaan
dan hal ini patut diapresiasi. Melalui kerjasama ini, maka kualitas
pendidikan kejuruan di Indonesia dapat meningkat dan kebutuhan industri
akan tenaga kerja yang berkualitas juga dapat terpenuhi. Saya
mengapresiasi peran DNA Initiative dan juga PT. IPB yang sudah membuka
pintu kerja sama dunia industri dengan sektor pendidikan," jelas
Suryadi.
Suryadi pun berharap kerjasama yang sudah terjalin
dengan baik ini dapat terus ditingkatkan sehingga dapat menjangkau
berbagai SMK lainnya yang ada di Indonesia. Terdapat sekitar 14 ribu SMK
yang ada di Indonesia. Maka kami yakin kerjasama ini di masa
selanjutnya dapat terus ditingkatkan dan menjangkau lebih banyak lagi
SMK yang ada di Indonesia," pungkas Suryadi.
Dalam kegiatan
wisuda ini, ke-19 siswa yang diwisuda berasal dari empat SMK yang telah
menjalin kerja sama dengan DNA Initiative yaitu: SMK Mutu Bandongan
Magelang, SMK Samudra Nusantara Cirebon, SMK PGRI 2 Ponorogo, dan SMK
Diponegoro Karang Anyar Pekalongan.